at gwanghwamun (versi akunya)

Bagaimana harimu?
Sekarang sudah masuk musim hujan, musim favorit kita.

Untuk beberapa alasan, akhir-akhir ini aku merasa sangat lelah.

ketika dedaunan berubah warna di jalan itu, aku akhirnya mengakhirinya.

Kita seharusnya berbahagia bersama, tapi sekarang kita hanyalah dua orang asing.

Dalam pelukanmu,
Disanalah duniaku.
Selamat tinggal untuk hari bahagiaku.

Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini.

Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan,
Menunggumu yang pasti tidak pernah akan datang.

Aku bahagia.
Ketika mengingat kenangan kita, berjalan sambil berpegangan tangan.
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana.

Aku tidak tahu ternyata arti hidup ini
Hanya selalu untuk menemukan orang baru

Ketika aku tiba dijalan ini,
Seketika aroma hujan menyambutku

Dan saat itulah aku akhirnya tersenyum.

Kau adalah orang pertama yang membuatku gugup, hanya kau seorang.

Kau yang terlihat tampan dibanding siapapun, tapi kenapa kau meninggalkanku?

Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini.
Membiarkan tubuh ini basah di bawah hujan.
Menunggumu yang sudah pasti tidak akan pernah datang.

Di tempat ini, akhirnya aku menyadari.

Ternyata selama ini diam-diam aku telah berubah, dimasa yang akan datang, cukup berikan aku satu senyuman.

Aku bahagia.

Karena hari ini, tempat ini masih indah seperti dulu.

Tanpa alasan, seperti orang bodoh aku berdiri disini.

Aku bahagia.

Sekali lagi aku melihat jalanan ini,
Berharap kau berdiri disana.

at gwanghwamun

at gwanghwamun

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s