kiss the rain_yiruma

kiss the rain

kiss the rain

I often close my eyes
(Aku sering kali menutup mataku)
And I can see you smile
(Dan aku bisa melihat kau tersenyum)
You reach out for my hand
(Kau meraih tanganku)
And I’m woken from my dream
(Dan aku terbangun dari mimpiku)
Although your heart is mine
(walaupun hatimu adalah milikku)
It’s hollow inside
(Itu terasa hampa)
I never had your love
(Aku tidak pernah memiliki cintamu)
And I never will
(Dan aku tidak akan pernah)

Chorus :
And every night
(Dan setiap malam)
I lie awake
(Aku terjaga)
Thinking maybe you love me
(Berpikir mungkin kau menyukaiku)
Like I’ve always loved you
(Seperti aku selalu mencintaimu)
But how can you love me
(Tapi bagaimana bisa kau mencintaiku)
Like I love you when
(Seperti aku mencintaimu ketika)
You can’t even look me straight in my eyes
(Kau bahkan tidak dapat menatap lurus kedalam mataku)

I’ve never felt this way
(Aku tidak pernah merasa seperti ini)
To be so in love
(Menjadi begitu cinta)
To have someone there
(Untuk memiliki seseorang disana)
Yet fell so alone
(Namun merasa sangat sendiri)
Aren’t you supposed to be
(Bukankah seharusnya kau menjadi)
The one to wipe my tears
(Seseorang yang menyeka airmataku)
The one to say that you would never leave
(Seseorang yang mengatakan kau tidak akan pernah pergi)

The waters calm and still
(Airnya masih tetap tenang)
My reflection is there
(Bayanganku ada disana)
I see you holding me
(Aku melihat kau memegangku)
But then you disappear
(Tapi kemudian kau menghilang)
All that is left of you
(Semua yang tersisa darimu)
Is a memory
(Adalah sebuah kenangan)
On that only, exist in my dreams
(Yang hanya ada dalam mimpiku)

I don’t know what hurts you
(Aku tidak tahu apa yang menyakitimu)
But I can feel it too
(Tetapi aku bisa merasakannya juga)
And it just hurts so much
(Dan itu begitu menyakitkan)
To know that I can’t do a thing
(Mengetahui bahwa aku tidak bisa melakukan apa-apa)
And deep down in my heart
(Dan didalam lubuk hatiku terdalam)
Somehow I just know
(Entah bagaimana, aku hanya tahu )
That no matter what
(Bahwa tidak peduli apapun)
I’ll always love you
(Aku akan selalu mencintaimu)

SO WHY AM I STILL IN HERE IN THE RAIN
(ITULAH MENGAPA AKU TETAP DISINI DALAM HUJAN)

Aku menulis ini saat hujan pertama dibulan Agustus, aku benar-benar suka hujan.
Suaranya, hembusan anginnya, aromanya, serta rintik-rintik hujan diluar jendela yang tampak sendu.
Aku suka semua yang berhubungan dengan hujan, juga lagu diatas, sangat dalam artinya.
Waktu kecil dulu, ketika hujan aku sangat suka mengulurkan tangan pada cucuran air hujan yang jatuh dari atap rumah, tidak tahu mengapa tapi itu terasa menyenangkan. Sesekali dulu ketika aku kecil, aku suka bermain dilahan sawah yang luas, berlarian kesana kemari mengusir burung-burung kecil yang coba memakan padi, atau hanya sekedar duduk dipondok membawa bekal buah dan camilan sambil menatap lurus kearah sawah yang menguning dan langit biru yang indah, cekikikan berjam-jam bersama teman-teman masa kecil sampai lupa waktu, dan tidak pernah lupa, kenangan indah itu, saat langit biru yang indah itu berangsung-angsur berubah menjadi kelabu, tiba-tiba terdengar guntur, dan angin berhembus dengan kencang, ya itu hujan yang paling indah selama hidupku.
Kami berempat duduk dengan rapat, sambil melingkarkan lengan didada, karna hari itu hujannya sangat lebat dan dingin, juga ada guntur dan petir yang menakutkan, kami berpandangan satu sama lain, seakan mengisyaratkan “bagaimana ini? Bagaimana kalau hujan ini tidak berhenti? Dan kita terpaksa pulang dengan basah kuyup, bagaimana reaksi orang tua kami?”
Ya kami memang anak perempuan yang agak nakal dan bandel dulu sebutan kami saja geng pasar, terdengar sangat antagonis memang, pergi kesawah pun tanpa pamit, padahal untuk sampai kesawah kami harus melewati jalan besar, sedikit hutan, kemudian bendungan yang sangat menggiurkan untuk berenang, dan itu semua adalah tempat terlarang nan terkutuk oleh orangtua ku, bukan tanpa alasan meraka melarang ku, dibendungan itu arusnya sangat kuat dan dalam, dan kalau dipikir-pikir lagi baru sekarang aku menyadarinya kalau airnya sangat-sangat kuning sampai-sampai kecoklatan, seperti genangan kari ayam, emm menjijikan memang, tapi dulu itu seperti syurga bagiku, bisa dibilang seperti waterboom kalau dijaman sekarang, aku bisa terjun bebas dari atas seperti perenang profesional, rasa tegang dan was-was mandi dibendungan secara diam-diam itu tidak akan pernah tergantikan.
Kembali pada hujan yg menakutkan, kami terdiam sekian lama, kedinginan dan menggigil, hari juga berangsur sore, untungnya hujan berangsur-angsur mereda, sekarang yang tersisa hanya butiran-butiran rintik hujan kecil yang jarang serta angin yang berhembus membawa bau basah khas hujan, namun langit tetap indah kelabu, kami memutuskan untuk pulang, karena hari juga mulai larut. Kami berjalan beriringan melalui pematang sawah yang sempit dan licin, persis seperti anak bebek yang berjalan berbaris dengan rapi, kami mengobrol cekikikan sepanjang jalan melintasi sawah-sawah luas nan hijau dibawah naungan langit kelabu, sesekali ada yang terpeleset diantara kami sampai terperosok jatuh kekubangan sawah, bukannya menolong yang ada tawa kami pecah dengan renyahnya. Ah indahnya saat itu, kapan lagi kita bisa kesana wahai sahabat-sahabatku “mentari, intan dan tina?”
Itulah cerita masa laluku tentang hujan yang membuat aku sangat jatuh cinta padanya.
Dan sekarang usiaku sudah 20 tahun, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, jika diingat-ingat selama 20 tahun itu banyak kejadian-kejadian indah yang tak terlupakan saat hujan, seperti saat aku bernaung berdua dengan cinta pertamaku saat Sekolah menengah pertama, atau saat aku bernaung berdua dengan orang yang pernah sangat kucinta pada 3 tahun yang lalu, dan semua kenangan itu tetap tersimpan rapi bersama kenangan-kenangan lain, dan akan terputar kembali jika hujan datang.

Dan ngomong-ngomong tentang hujan, banyak sekali hal-hal indah yang ingin aku lakukan dibawah hujan, salah satu impian terbesarku adalah berjalan berdampingan dibawah payung ketika hujan dengan seseorang yang sangat aku cinta.

impianku disaat hujan

impianku disaat hujan

Ini juga adegan yang paling aku suka dalam film korea berjudul the classic, reccomend buat yang suka film romantis. Indah ya adegannya, aku harap sebelum tua dan menikah aku bisa seperti itu, berjalan dibawah hujan berdua dipayungi jaket orang yang aku cinta :p

kisna, hujan dan ?

kisna, hujan dan ?

“Apapun itu, aku selalu bahagia saat hujan turun”

5 thoughts on “kiss the rain_yiruma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s