Asuhan Kebidanan komprehensif pada ibu hamil (ANC)

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang

Antenatal care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi tidak menutup kemungkinan pada pelayanan kesehatan secara umum.Pelayanan kebidanan ini perlu sekali ditingkatkan mengingat angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih cukup tinggi.Untuk mengurangi semakin tingginya angka kematian tersebut maka diperlukan manajemen Asuhan Kebidanan pada masa kehamilan dapat segera diketahui secara dini sehingga dapat segera ditangani dan mendapat pertolongan.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa ibu hamil kurang bermotivasi dalam melakukan ANC secara teratur dan tepat waktu antara lain : kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang ANC, kesibukan aktifitas, tingkat sosial ekonomi yang rendah, dukungan suami yang kurang, kurangnya kemudahan untuk pelayanan material, asuhan medik yang kurang baik, kurangnya tenaga terlatih, dan obat-obat penyelamat jiwa.

Asuhan ibu hamil sangat diperlukan bagi ibu yang hamil, karena merupakan periode masa kritis bayi maupun ibunya, kurang lebih 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 10% terjadi setelah 24 jam pertama. Oleh karena itu Asuhan antenatal sangat penting bagi ibu hamil, agar kehamilan berjalan sesuai dengan usia kandungannya, dan dilakukan intervensi sehingga persalinan berjalan dengan  lancar tanpa halangan / komplikasi.

1.2       Tujuan :

1.2.1        Tujuan Umum

Agar mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan secara komprohensif pada ibu hamil dengan menggunakan manajemen kebidanan.

1.2.2        Tujuan Khusus

  1. Dapat melakukan pengkajian  pada ibu masa kehamilan
  2. Dapat menetapkan diagnosa dan masalah dari hasil pengkajian
  3. Dapat menetapkan tindakan segera dan menetapkan diagnosa potensial
  4. Dapat merencanakan asuhan kebidanan pada masa kehamilan
  5. Dapat melaksanakan asuhan kebidanan yang telah disusun
  6. Dapat mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan

 

1.3              Metode Pengumpulan Data

  1. Anamnesa

Semua bahan yang digunakan dalam pembahasan disini diambil berdasarkan tanya jawab.

  1. Pengamatan

Semua bahan yang dalam pembahasan disini telah dilakukan pengamatan secara langsung.

  1. Studi Kasus

Semua bahan dalam pembahasan disini berdasarkan kasus yang benar-benar ada dan benar-benar terjadi.

  1. Studi Pustaka

Semua bahan yang digunakan dalam pembahasan ini diambil dari beberapa referensi/buku yang berhubungan dengan kasus dalam masalah ini.

 

1.4              SISTEMATIKA PENULISAN

BAB 1    :  PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

1.2        Tujuan

1.3        Metode Pengumpulan Data

1.4        Sistematika Penulisan

BAB 2    :  TINJAUAN PUSTAKA

2.1        Konsep Dasar Kehamilan

2.2        Konsep Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Kehamilan Fisiologis

BAB 3    :  TINJAUAN KASUS

3.1        Pengkajian Data

3.2        Inter Prestasi Data

3.3        Diagnosa / Masalah Potensial

3.4        Kebutuhan Segara

3.5        Intervensi

3.6        Implementasi

3.7        Evaluasi

BAB 4    :  PEMBAHASAN

BAB 5    :  PENUTUP

                                                            5.1    Kesimpulan

                                                            5.2    Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1.            Konsep Dasar Kehamilan

2.1.1    Definisi

Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) di hitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan, yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

( Saifuddin, 2006 : 89 )

Kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan.

                                          (Obstetri Fisiologi, UNPAD, 1990 : 5)

Kehamilan merupakan suatu pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh dari dalam tubuh ibu.

(Prawirohardjo, 2002)

Kehamilan adalah proses terjadinya kehamilan karena bertemunya sel telur dan sel sperma maka terjadilah pembuahan.

(Rustam Mochtar, 1998 : 17)

Kehamilan adalah mata rantai yang berkesinambungan yang merupakan proses ovulasi pelepasan ovum. Kemudian terjadi migrasi spermatozoa dan ovum kemudian terjadi konsepsi dengan pertumbuhan zigot, terjadilah nidusi (implantasi) pada hasl konsepsi sampai aterm.

(Manuaba, 1999 : 95)

 

 

2.1.2        Etiologi

Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek :

  1. Ovum

Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang terdiri dari suatu nucleus yang terapung – apung dalam vitelus dilingkari oleh zona pellusida dan kromoson radiata.

  1. Spermatozoa

Spermatozoa adalah berbentuk seperti terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergerak.

  1. Konsepsi

Konsepsi adalah peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di tuba fallopi.

  1. Nidasi

Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.

  1. Plasenta

Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk pertukaran zat antara ibu, anaknya dan sebaliknya.

 

2.1.3        Tanda dan Gejala Hamil

  1. Tanda-tanda dugaan hamil
    1. Amenorea ( terlambat datang haid )

–        Konsepsi nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan foliket degraff dan ovulasi.

–        Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus noegie dapat ditentukan perkiraan persalinan TP ( Hari Pertama (HP) + 7 ) dan bulan haid terakhir ( HT) – 3 )

 

  1. Mual ( Neusea ) dan Muntah ( Emesis )

–        Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

–        Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebut morning sickness.

–        Dalam batas fisiologis keadaan ini dapat diatasi.

–        Akibat mual muntah nafsu makan berkurang.

  1. Ngidam (Ingin makanan khusus)

–        Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, atau minuman tertentu terutama pada bulan – bulan trimester pertama.

  1. Sinkope atau pingsan

–        Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan.

–        Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu

  1. Payudara tegang

–        Pengaruh estrogen – progesteron dan

      sematomamotropin menimbulkan deposit lemak air dan garam pada payudara.

–        Payudara membesar dan tegang

–        Ujung saraf tertekan menyebabkan sakit terutama pada hamil pertama.

  1. Sering miksi

–        Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan miksi sering.

–        Pada triwulan kedua sudah menghilang.

 

 

  1. Konstipasi atau Obstipasi

–        Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

  1. Pigmentasi kulit

–        Sekitar pipi ( cloasma gravidarum ), keluarnya melanophore stimulating hormon hifofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit.

–        Dinding perut, striae livide, striae nigra, linea alba makin hitam.

–        Sekitar payudara, hiperpigmentasi areola mammae, putting susu makin menonjol, kelenjar Montgomery menonjol, pembuluh darah manifest sekitar payudara.

  1. Epulsi

–        Hipertropi gusi disebut efulsi yang dapat terjadi pada ibu hamil.

  1. Varices atau penampakan pembuluh darah vena

–        Karena pengaruh hormon estrogen dan progesterone terjadi penampakan pembuluh vena, terutama bagi mereka mempunyai bakat.

–        Penampakan pembuluh darah itu terjadi disekitar genetalia eksterna, kaki, betis dan payudara.

 

2.1.4        Tanda – Tanda Kemungkinan Hamil

  1. Rahim / uterus membesar sesuai dengan tuanya kehamilan.
  2. Tanda hegar yaitu segmen bawah rahim lebih lunak dari pada bagian yang lain.
  3. Tanda Piscasek yaitu uterus membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran perut.
  4. Tanda Chadwick yaitu perubahan warna pada servik dan vagina menjadi kebiru – biruan.
  5. Tanda Braxton Hicks yaitu uterus mudah berkontraksi jika di rangsang.
  6. Suhu basal yaitu sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 57,20C sampai dengan 37,80C.
  7. Teraba ballottement.

(Manuaba, 1998 : 125 – 126)

 

2.1.5        Tanda Pasti Kehamilan

  1. Gerakan janin dalam rahim (mulai terasa pada UK 18 – 20 minggu)
  2. Teraba bagian – bagian anak saat di palpasi
  3. Terdengar DJJ ( dimulai UK 18 – 20 minggu), dapat didengar dengan stetoskop laenek, alat kadiotokografi, alat Doppler.
  4. Dapat dilihat pada pemeriksaan ultrasonografi (USG), rontgen.

(Sarwono, 1990)

 

            2.1.6    Pemeriksaan Dan Pengawasan Ibu Hamil

Tujuan pemeriksaan dan pengawasan ibu hamil secara umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat, dan tujuan khususnya adalah :

  1. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan nifas
  2. Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
  3. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak
  4. Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan nifas dan laktasi.

   Jadi pemeriksaan kehamilan yaitu :

  1. Pemeriksaan pertama kali yang paling idealadalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
  2. Periksa ulang 1 x sebulan sampai kehamilan 7 bulan
  3. Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
  4. Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
  5. Periksa khusus bula ada keluhan – keluhan

2.1.7        Nasehat-Nasehat Untuk Ibu Hamill

Nasihat dan petunjuk yang diberikan yaitu tentang :

  1. Pantang diet hamil

Pada dasarnya dianjurkan makanan empat sehat lima sempurna. Karena kebutuhan akan protein dan bahan makanan tinggi dianjurkan tambahan sebuah telur sehari. Nilai gizi dapat ditentukan dengan bertambahnya berat badan sekitar 6,5 – 15 kg selama hamil. Berat badan yang bertambah terallu besar atau kurang, perlu mendapat perhatian khusus karena kemungkinan terjadi penyulit kehamilan. Kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari ½ kg/minggu.

  1. Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan.Bekerjalah sesuai dengan kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan.

  1. Wanita pekerja di luar rumah

Partisipasi wanita dalam pembangunan makin besar sehingga banyak wanita karier.Kehamilan merupakan halangan untuk berkarya, asalkan dikerjakan dengan pengertian sedang hamil. Wanita karier yang hamil mendapat hak cuti hamil selama 3 bulan, yang dapat diambil sebulan menjelang kelahiran dan dua bulan setelah persalinan .Selama hamil perhatikan hal – hal yang dapat membahayakan kelangsungan hamil dan segera memeriksanakan diri.

  1. Hubungan seksual

Hamil bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual.  Hubungan seksual disarankan untuk dihentikan bila :

  • Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai rasa nyeri atau panas.
  • Terjadi perdarahan saat hubungan seksual
  • Terdapat pengeluaran cairan (air) yang mendadak
  • Hentikan hubungan seksualpada mereka yang sering mengalami keguguran, persalinan sebelum waktunya, mengalami kematian dalam kandungan dan sekitar 2 minggu menjelang persalinan.
  1. Olahraga saat hamil

Pelaksanaan olahraga saat hamil, merupakan masalah kontroversi dengan pengertian perlu timbangan. Olahraga mutlak dikurangi bila :

  • Sering mengalami keguguran
  • Persalinan belum cukup bulan
  • Pada mereka yang mempunyai sejarah peralinan sulit
  • Pada kasus infertilitas.
  • Umur saat hamil relative tua (primi tua)
  • Hamil dengan perdarahan dan mengeluarkan cairan.

Yang banyak dianjurkan adalah jalan – jalan waktu pagi hari untuk ketenangan dan mendapat udara segar.

  1. Pakaian hamil

Pakaian yang dianjurkan adalah pakaian yang longgar yang terbuat dari katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap, terutama pakaian dalam.Pakaian dalam atas (BH) dianjurkan yang longgar dan mempunyai kemampuan untuk menyangga payudara yang makin berkembang

.

  1. Pemeliharaan payudara

Payudara disiapkan untuk memberikan laktasi dengan pakaian dalam (BH) yang longgar maka perkembangan payudara tak terhalang. Putting susu diperhatikan agar tetap bersih. Putting susu perlu ditarik sehingga menonjol dan memudahkan untuk memberikan ASI. Putting susuyang telalu masuk di keluarkan dengan jalan operasi atau dengan pompa susu.

  1. Pengawasan gigi

Saat hamil sering terjadi karies yang berkaitan dengan emesis gravidarum, hipersalivasi dapat menimbulkan timbunan kalsium di sekitar gigi.Memeriksakan gigi saat hamil dipelukan untuk mencari kerusakan ggi yang dapat menjadi sumber informasi.

  1. Jadwal istirahat dan tidur

Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik.Karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan dan pertumbuhan janin.

  1. Pemberian obat – obatan

Pengobatan penyakit saat hamil harus selalu memperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Pengaruh obat terhadap janin dapat digolongkan sebagai berikut :

  • Obta yang tergolong tidak boleh diberikan saat hamil
  • Obat yang dapat diberikan saat hamil dengan keamanan terbatas, misalnya aman diberikan setelah hamil TM Kedua
  • Obat yang aman diberikan, tetapi tidak ada keterangan tertulis yang lengkap pada perpustakaan.
  • Obat atau bahan kimia yang pemberiannya saat hamil memerlukan pertimbangan yang seksama.
  • Obat atau bahan kimia yang aman bila diberikan pada kehamilan yaitu vitamin khusus untuk ibu hamil.
  1. Merokok, minum alkohol dan kecanduan narkotik.

Ketiga kebiasaan ini secara berlangsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dan menimbulkan kelahiran dengan berat badan rendah bahkan dapat menimbulkan cacat bawaan atau kelainan pertumuhan dan perkembangan mental.

  1. Keadaan darurat pada kehamilan

Keadaan darurat saat hamil yang mengharuskan ibu hamil untuk memeriksakan diri adalah :

  1. Berkaitan dengan janin

–        Badan panas disertai tanda infeksi lainnya.

–        Gerak janin terasa berkurang atau menghilang

–        Perut terasa semakin kecil

  1. Berkaitan dengan keadaan ibu

–        Mual muntah berlebihan

–        Terjadi pengeluaran abnormal : Cairan mendadak, lendir apalagi bercampur darah, perdarahan.

–        Tanda subjektif gestosis : sakit kepala, pemandangan kabur, nyeri pada epigastrium / ulu hati, pembengkakan tangan, muka kelopak mata dan kaki, air seni berkurang.

–        Sakit perut mendadak

–        Terjadi tanda – tanda inpartu : perut sakit disertai pengeluaran.

  1. Imunisasi

Vaksinasi dengan tetanus toksoid dianjurkan untuk dapat menurunkan angka kematian bayi karena infeksi tetanus. Vaksinasi tetanus toksoid dilakukan dua kali selama kehamilan

 (Rustam Mochtar, 1998 : 59)

2.1.8     Tanda Bahaya Masa Kehamilan

  1. Demam atau panas tinggi
  2. Air ketuban keluar sebelum waktunya, dan nyeri perut yang sangat hebat
  3. Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak.
  4. Muntah terus menerus dan tidak mau makan
  5. Perdarahan pervaginam hamil muda maupun hamil tua
  6. Anemia akut : merasa makin lemah, cepat capek, dan terlihat pucat (resiko perdarahan saat persalinan)
  7. Bengkak kaki di tiga bulan terakhir kehamilan disertai gejala bengkak tangan, pusing berkepanjangan, penglihatan kabur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2              KONSEP MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN FISIOLOGIS

2.2.1    Pengkajian

  1. Data Subjektif
  2. Biodata

Nama Klien           :                       Nama Suami    :

No. Register          :                       Umur               :

Agama                   :                       Agama             :

Pendidikan                        :                       Pendidikan      :

Pekerjaan               :                       Pekerjaan         :

Penghasilan           :                       Penghasilan     :

Alamat                  :                       Alamat                        :

( FK. UNPAD, 1983 : 153 )

  1. Keluhan Utama

Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya. Ini kehamilan yang kedua dan usia kehamilannya 37 minggu dan ibu mengatakan tidak ada keluhan.

( Manuaba, 1998 : 130 – 131 )

  1. Riwayat Penyakit Terdahulu

–        Pernah / tidak sakit keras sampai masuk rumah sakit / rawat inap, alasan rawat inap.

–        Riwayat penyakit menurun seperti DM, jantung, dll

–        Pernah transfusi darah, alasan.

( FK UNPAD, 1983 : 157 )

  1. Riwayat Penyakit Sekarang

Penyakit ynag saat ini tidak diderita ibu baik menular seperti flu menurun seperti DM, dan menahum seperti tekanan darah.

( FK. UNPAD, 1983 : 157 )

 

 

 

  1. Riwayat Penyakit Keluarga

–        Penyakit dalam keluarga seperti menurun ( tekanan darah tinggi, kencing manis), menular (Hepatitis, HIV, dll) dan menahun (Asma, TBC)

–        Adanya riwayat kehamilan kembar, dalam keluarga

( Mayes Mari, 1998 : 131 )

  1. Riwayat Menstruasi

Menarche              :  12-13 Tahun

Siklus haid                        :  26 – 32 hari atau 28 – 35 hari

Lama haid             :  3 – 7 hari

Banyaknya darah  :  50 – 70 cc

Sifat darah                        :  tanpa / adanya bekuan darah

Adanya disminorhea atau tidak baik sebelum, selama atau sesudah haid.

( Manuaba, 1998 : 154 )

  1. Riwayat Perkawinan

–        Status perkawinan

–        Banyaknya perkawinan

–        Lama perkawinan

( Mayer Mari, 1998 : 129 dan FK. UNPAD, 1983 : 155 )

 

  1. Riwayat Kehamilan, persalinan dan Nifas Yang Lalu

Untuk mengetahui apakah selama hamil ada keluhan / tidak, ANC dimana, berapa kali TT, berapa kali melahirkanm dimana, ditolong siapa, normal / tidak jenis kelamin, Nifas perdarahan normal / tidak.

(FK.UNDIP : 1993 : 155)

  1. Riwayat Kontrasepsi

–        KB yang pernah digunakan

–        Lama pemakaian KB yang dipakai

–        Keluhan yang dirasakan selama penggunaan KB.

( Mayes Mari, 1998 : 131 )

  1. Pola kebiasaan sehari-hari

Untuk mengetahui pola nutrisi, eliminasi, istirahat, personal hygiene, aktifitas dll.

(Depkes RI, 2001 : 2 – 28)

  1. Riwayat Psikospriritual

Untuk mengetahui keadaan psikologis sosial dan agama ibu.

(Dep Kes RI, 2001 : 2 – 26)

  1. Latar Belakang Sosial Budaya

Untuk menegtahui apakah ibu mempunyai pantangan tertentu selama hamil.

(Depkes RI 2001 : 2 – 37)

 

  1. Data Obyektif
    1. Pemeriksaan Umum

KU                              :  Baik

Kesadaran                   :  Composmentis

TD                               :  110/70 – 130/90 mmHg

N                                 :   60-90 x/menit

R                                 :  16 – 24 x/menit

S                                  :  36,5 – 37,5 x/menit

BB                               :  TM I             :  Bertambah 1 kg

   TM II           :  Bertambah 5 kg

   TM III          :  Bertambah 5,5 kg

TB                               :  > 45 cm

LILA                           :  > 23,5 cm

( IK UNPAD, 1983 : 157 )

 

  1. Pemeriksaan Khusus
    1. Inspeksi

–          Kepala dan Leher

Mata                      :  Bentuk simetris, konjungtiva                                   merah, sklera putih

Wajah                    : Tidak pucat, ada vesikel, pustule,                             tidak ada oedema

Bibir                      :  Kering

Gigi                       :  Bersih, tidak ada karies

Lidah                     :  Bersih

Leher                     :  Trachea simetris, hypertyroidisme,                          vena jugularis tampak / tidak.

–          Dada / Payudara

Bentuk dan ukuran           :  simetris

Hiperpigmentasi areola mammae ( + )

Putting keluar menonjol / tenggelam

Gladula montgomeri terlihat lebih jelas

Tidak massa / benjolan

Tampak adanya vesikel / pustule

–          Abdomen

Ada / tidak bekas operasi

Ada strie livide dan strie albicans

Ada linea nigra

–          Ekstrimitas

Bentuk dan gerak simteris, tidak ada oedema, tidak ada varises, ada vesikel / pushil.

–          Genetalia

Ada Chadwick dan varises (-), adanya fluor albus dan darah / cairan lain (-), tumor kista (-), pembesaran kelenjar bartholine dan skone (-)

 

–          Anus

Tidak ada haemorroid

( Mayes Mary, 1980 : 170; Depkes RI, 2001 : 2-49; Obstetri fisiologis, 1993 : 160 ; Hanifa Wiknjosastro, dkk, 2002 : 190)

  1. Palpasi

–          Kulit : Halus/tidak, kecepatan kembali < 2 detik, lembab / tidak

–          Kepala dan Leher : Rambut halus dan tebal, tidak teraba massa, nyeri tekan (-), vena jugularis, dapat diraba/tidak, tidak ada nyeri tekan

–          Payudara :Teraba benjolan / tidak, kolostrum keluar / tidak.

–          Abdomen  :  L I  : Menentukan tinggi fundus uteri

22-28 minggu        :  24-25 cm

28 minggu             :  26,7 cm

30 minggu             :  29,5 – 30 cm

32 minggu             :  29,5 – 30 cm

36 minggu             :  32 cm

38 minggu             :  33 cm

40 minggu             :  37,5 cm

Dan untuk menentukan TBJ …. Gram

L II:  Untuk menentukan punggung                  kanan atau pungung kiri

LIII: Menentukan bagian terbawah       janin, apakah bagian tersebut          sudah masuk PAP atau masih       goyang.

LIV:Menentukan bagian terbawah        janin apa dan seberapa jauh          sudah masuk PAP.

( Rustam Mochtar, 1998 :   )

 

–          Ekstrimitas : Oedema ada / tidak, ada / tidak nyeri tekan

–          Genetalia : Ada / tidak nyeri tekan kelenjar bartholine (skene), tidak teraba massa.

 

  1. Palpasi

–          Reflek patella : +/+ atau -/-

( DepKes RI, 2001 : 249 )

  1. Auskultasi

–          Mendengarkan DJJ pada bulan Ke 4-5, menghitung DJJ digunakan stetoskop untuk mendengarkan DJJ tersebut.

( Rustam Mochtar, 1998 : 53 )

 

2.2.7        Interpretasi Data Dasar

Dx    : G….P…. Usia Kehamilan… Minggu, dengan…..

Ds     : Ibu mengatakan hamil yang ke-…

            Ibu mengatakan hamil ke-…

Do    : HPHT,HPL

KU                  :  Baik

               Kesadaran       :  Composmentis

               TD                   :  110-70-< 140/90 mmHg

               N                     :  60-70 x/ menit

               RR                   :  > 24 x / menit          

               Suhu                :  36,5OC – 37,5OC

               BB                   :  TM III bertambah 5,5 kg

               TB                   :    > 145 cm

               Lila                  :  > 23,5 cm

               Palpasi             :  Leopoid I  :  TFU ½ pusat dan Px (28 cm)

                                          Leopoid II :  PUKI

                                          Leopoid III: Preskes

                                          Leopoid IV: Belum masuk PAP V

               Auskultasi       :  DJJ (+) => 132 x/menit

               Perkusi            :  Refleks Patella +/+

               USG                :  UK 37 minggu

  1. Letak kepala belum masuk PAP
  2. Periksa jenis kelamin

 

2.2.8        Diagnosa / Masalah Potensial

Masalah yang mungkin akan terjadi akibat diagnosa atau masalah yang dialami.

 

2.2.4    Kebutuhan Segera

         Kebutuhan yang harus segera didapatkan.

 

2.2.5        Intervensi

Dx    :  Ny… G..P.., Usia Kehamilan…minggu, dengan…

Kriteria Hasil :

KU                                 :  Baik

Kesadaran                      :  Composmentis

TD                                  : 110/70 – 130/90 MmHg

RR                                  :  16 – 24 X/menit

Nadi                               :  60 – 90 x/menit

Suhu                               :  36,5 – 37,5°c

         BB                                  :  TM III bertambah 5,5 kg

         TB                                  :  >145 cm

         LILA                              :  >23,5 cm

         INTERVENSI

–       Lakukan anamnesa

                        R/ Mendapat informasi tentang ibu, kehamilan dan penyakitnya

–       Lakukan pemeriksaan umum, khusus dan penunjang

                        R/ Untuk mengetahui keadaan ibu

–       Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu

R/ Ibu bisa mengetahui keadaan dirinya dan janinnya

–       Berikan konseling tentang gizi

R/Pemenuhan gizi yang baik akan membantu pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal

–       Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup

R/Istirahat yang ckup, mengurangi aktivitas yang membuat ibu lelah dan stress

–       Berikan penjelasan pada ibu tentang tanda – tanda bahaya kehamilan

R/ Agar ibu mengerti dan mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan dan dapat ditangani segera jika terjadi komplikasi sehingga dapat diatasi dengan tindakan yang tepat.

( Abdul Bari Saifuddin, 2002 : N-3 )

 

2.2.6        Implementasi

Melakukan tindakan sesuai dengan intervensi

 

2.2.7        Evaluasi

Mengacu pada Soap dan melanjutkan evaluasi

( Mayes Mary :1980 )

 

 

 

 

BAB 3

TINJAUAN KASUS

 

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “Z” USIA 24 TAHUN G2P11001 UK 37  MINGGU JANIN/TUNGGAL/HIDUP/INTRAUTERI PRESKEP

 JALAN LAHIR NORMAL, KEADAAN UMUM IBU DAN

 JANIN BAIK DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS

 DIPOLINDES DESA TRI MULYA

 SEBAMBAN 01TANAH BUMBU

 

 

3.1        PENGKAJIAN

Hari / tanggal pengkajian           : Kamis, 02 Agustus 2012

Jam pengkajian                           : 10.00 WITA

 

  1. Data Subjektif
    1. Biodata

Nama klien      :  Ny “Z”            Nama suami      :  Tn “A”

Umur               :  24 tahun          Umur                :  27 tahun     

Agama             :  Islam               Agama              :  Islam

Suku/Bangsa   :  Jawa/Indo       Suku/Bangsa     :  Jawa/Indo

Pendidikan      :  SMP                Pendidikan       :  SMP

Pekerjaan         :  IRT                  Pekerjaan          :  Swasta

Penghasilan     :  –                       Penghasilan       :  Rp. 1.000.000/bln

Alamat            :  Blok E, RT 02 RW 01, Desa Trimulya, Sebamban 01, Sei Loban, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.                

                                            

  1. Keluhan Utama

–     Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya, ini hamil yang kedua dengan usia kehamilan sekitar 9 bulan.

 

  1. Riwayat Penyakit Sekarang

–     Saat ini ibu dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit     menular (TBC, Hepatitis, PMS), manahun (jantung, tekanan        darah tinggi, dll) menurun ( DM, asma, dll )

 

  1. Riwayat Penyakit Yang Lalu

–     Ibu mengatakan tidak pernah sakit keras sampai rawat inap di       Rumah Sakit, tidak pernah menderita penyakit menular (TBC,        Hepatitis, PMS), manahun (jantung, tekanan darah tinggi),       menurun ( DM, asma, dll ).

 

  1. Riwayat kesehatan keluarga

–       Ibu mengatakan dari pihak keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC, PMS, dll) tidak ada riwayat penyakit keturunan (Hipertensi, DM, Asma, Dll) dan tidak ada penyakit menahun (jantung, asma,dll)

 

  1. Riwayat Haid

Menarche              :  13 tahun

Siklus                    :  28 hari

Lama                     :  5 hari

Banyaknya            :  + 2 – 3 x ganti pembalut / hari

Disminorea            :  Tidak pernah

Flour albus            :  tidak ada

HPHT                    :  23-11-2011

TP                          :  30-08-2012

  1. Riwayat Menikah

      Ibu mengatakan menikah 1 kali, pertama kali menikah usia20 tahun    lama perkawinan 4 tahun.

 

  1. Riwayat kehamilan sekarang

Ibu mengatakan :

Hamil ke             :  2

Usia kehamilan   :  ± 9 bulan

Gerak janin         :  10 x/hari

Periksa hamil di  :  Rumah sakit

            TM I       :  Berapa kali        :  1 kali

                              Keluhan            :  Mual, muntah

                              Terapi                :  Konseling

            TM II     :  Berapa kali        :  –

                              Keluhan            :  –

                              Terapi                :  –

            TM III    :  Berapa kali        :  1 kali

                              Keluhan            :  –

                              Terapi                :  Fe, Vit C

            KIE yang pernah didapat selama hamil, yaitu :

–       Makan makanan yang bergizi, banyak makan sayur dan buah, istirahat yang cukup. Serta menjaga personal hygiene.

–       Imunisasi TT                 :  1 Kali, Pada TM II

–       Obat/jamu/rokok           :  Tidak pernah

 

  1. Riwayat KB

Ibu mengatakan pertama kali menggunakan jenis KB suntik 1 bulan, yaitu setelah melahirkan anak pertama selama 1 tahun, kemudian berhenti karena ingin mempunyai anak lagi.dan ibu berencana menggunakan KB suntik 3 bulan setelah melahirkan anak yang kedua ini.

 

 

  1. Pola kebiasaan sehari-hari :
    1. Pola Nutrisi :

–   Sebelum Hamil   :  makan 3x / hari (nasi, lauk, sayur-sayuran) porsi sedang , minum air putih 6-8 gelas/hari.

–   Selama Hamil     :  Makan 2-3x / hari porsi sedang, (nasi, lauk-pauk, sayur sayuran,) minum air putih + 7 – 9 gelas/hari,

  1. Pola Eliminasi :

–   Sebelum hamil    :  BAB    :  1x / hari, tidak ada keluhan

BAK   :  +5 – 6x / hari, tidak ada keluhan

–   Selama hamil      :  BAB    :  + 1 x / hari, tidak ada keluhan

                              BAK   :  +6 – 8 x/hari atau lebih sering dari biasanya

  1. Pola Aktifitas

–  Sebelum hamil    :  Ibu melakukan pekerjaan rumah sendiri seperti menyapu, mencuci, mengepel, dll

–  Selama Hamil     :  Ibu melakukan pekerjaan rumah sendiri seperti menyapu, mencuci, mengepel, dll

  1. Pola Istirahat

–   Sebelum hamil    :  Siang : ibu jarang tidur siang

Malam :+ 8-9 jam /hari dan biasanya dari jam 21.00 WITA – 05.30 WITA

–   Selama hamil      :  ibu tidur siang + 1-2 jam/hari

Malam :+ 8-9 jam / hari dan biasanya dari jam 21.30 – 05.30 WITA

 

 

  1. Pola Personal Hygine

–   Sebelum Hamil   :  mandi 2x/hari, keramas 4x/minggu, ganti pakaian luar dan dalam 2x/hari

–   Selama hamil      :  mandi 2x/hari, gosok gigi 3x/ hari, keramas 3x/minggu, ganti pakaian luar dan dalam 3x/hari

f.    Pola seksual          

–   Sebelum hamil    :  + 2 x / minggu dan kadang-kadang tidak tentu

–   Selama Hamil     :  + 1 x / mingggu dan kadang-kadang tidak tentu

 

  1. Prilaku kesehatan

Positif        :  Ibu mengatakan, ibu dan keluarga selalu berobat ketenaga medis apabila sakit

Negatif      :  Ibu mengatakan tidak pernah merokok, meminum alkohol dan tidak mengkonsumsi jamu

  1. Keadaan Psikososial

–       Ibu dan keluarga mengatakan merasa senang dengan kehamilan ini dan ibu akan menerima / bersyukur apapun jenis kelamin anak nantinya

–       Ibu mengatakan hubungan dengan suami, keluarga dan masyarakat serta tenaga kesehatan baik

 

 

 

 

 

 

  1. Data Obyektif
    1. Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum       :  Baik

Kesadaran                :  Composmentis

TD                            :  110/80 mmHg

RR                            :  18 x/m

N                              :  100 x/m

S                               :  37o C

TB                            :  156 cm

BB sekarang             :  54 kg

LILA                        :  26 cm

HPHT                       :  23-11-2011

TP                             :  30-08-2012

 

  1. Pemeriksaan khusus
  2. Inspeksi

–   Rambut        :  Rambut bersih, hitam, tidak rontok dan tidak berketombe

–   Mata             :  Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, penglihatan tidak kabur

–   Hidung         :  Bersih, tidak ada skret dan cairan, tidak ada polip

–   Telinga         :  Bersih, tidak ada serumen

–   Mulut           :  Bibir lembab, lidah bersih, tidak stomatitis, gigi tidak ada karies dan tidak berlubang

–   Leher            :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis

–   Payudara      :  membesar, hyperpigmentasi areola mamae, putting susu menonjol.

–   Ekstremitas  :  atas : simetris, dan tidak odema

Bawah : simetris, tidak odema dan tidak ada verises

  1. Palpasi

–   Leher            :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid vena jugularis

–   Payudara      :  tidak ada benjolan abnormal, ASI belum keluar

–   Abdomen

   Leopold I     :  TFU 1 jari ↓ Px ( 30 cm), teraba lunak, bulat,                                           tidak ada lentingan.

   Leopoid II    :  Teraba keras, panjang, ada tahanan ( Punggung                                       kiri )

   Leopoid III  :  Teraba bulat, keras, ada lentingan ( Presentasi                                         kepala )

   Leopoid IV  :  Belum masuk PAP

–   Ekstremitas  :

   Atas              :  Tidak odema

   Bawah          :  TIdak ada odema

  1. Auskultasi

– DJJ : (+) Positif : 135 x/menit, dengan menggunakan doppler

  1. Perkusi : Refleks patella (+) / (+)

 

3.2        Interpretasi Data

DX  :      Ny ”Z” usia 24 tahun G2P11001 UK 36-37 minggu      Janin/Tunggal/Hidup/Intrauteri preskep belum masuk PAP        keadaan ibu dan janin baik dengan kehamilan fisiologis

DS :        Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya, ini hamil yang              kedua usia kehamilan 9 bulan.

DO :       KU               :  Baik

   Kesadaran    :  Composmentis

   TD                :  110 / 80 mmHg

   RR                :  18 x/menit

   N                     :           100 x / mrnit

   S                   :  37OC

   TB                :  156 cm

   BB                :  54 kg

   LILA            :  26 cm

   HPHT           :  23-11-2011

   TP                 :  30-08-2012

   Palpasi          :  Abdomen

   LI                 :  TFU 1 jari ↓ Px ( 30 cm), teraba lunak, bulat,                                                    tidak ada lentingan.

   LII                :  Teraba keras, panjang, ada tahanan ( Punggung                                             kiri )

   L III             :  Teraba bulat, keras, ada lentingan ( Presentasi                                               kepala )

   LIV              :  Belum masuk PAP

   Auskultasi    :  DJJ (+) => 135 x/ menit

   Perkusi         :  Reflek Patella +/+

 

3.3        Identifikasi Diagnosa / Masalah Potensial

_

 

3.4        Kebutuhan Segera

Konseling mengenai keadaan yang ibu alami, serta pemberian nasehat kepada ibu hamil dan juga konseling mengenai persiapan persalinan yang akan segera ia alami.

 

3.5        Intervensi

DX                 :    Ny ”Z” usia 24 tahun G2P11001 UK 36-37 minggu                                                         Janin/Tunggal/Hidup/Intrauteri preskep belum masuk PAP                                       keadaan ibu dan janin baik dengan kehamilan fisiologis.

 

Kriteria hasil  :    Ku                :  Baik

                           Kesadaran    :  Composmentis

                           TD                :  110/70, 140/90

                           RR                :  16-24 X/menit

                           N                  :  60-100 X/menit

                           S                   :  36,5-37,5 °C

                           BB                :  TM III bertambah 5,5 kg

                           DJJ               :  120-160 X/menit

Kehamilan berjalan normal, TFU sesuai dengan usia kehamilan, ibu mengerti dan memahami tentang kehamilannya

 

Intervensi       :

  1. Lakukan pendekatan pada pasien

R/ =>   menjalin hubungan baik dan menciptakan kepercayaan klien terhadap bidan

  1. Memberitaukan kepada ibu hasil pemeriksaan fisik dan TTV

R/ =>   Agar ibu mengetahui kedaannya dan janinnya

  1. Jelaskan kepada ibu tentang kehamilan saat ini

R/ =>   Agar ibu tidak merasa cemas dengan kehamilannya saat ini

  1. Menjelaskan tanda-tanda persalinan

R/ =>   Agar ibu mengetahui tanda-tanda saat ingin melahirkan

  1. Jelaskan pada ibu hal-hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi persalinan

R/ =>   Agar ibu lebih siap dalam menghadapi persalinan yang akan segera dihadapinya

 

 

 

3.6        IMPLEMENTASI

Hari / tanggal pengkajian           : Kamis, 08 Maret 2012

Jam pengkajian                           : 10.30 WITA

Tempat                                       : Polindes Desa Tri Mulya, Sebamban 01

 

Dx :     Ny. “Z” G2P11001, UK 36-37 minggu Janin/Tunggal/Hidup/Intrauteri dengan kehamilan fisiologis

 

Implementasi :

  1. Melakukan pendekatan kepada ibu dengan menciptakan hubungan terapeutik seperti menyapa dengan ramah, berkata sopan dan mudah dimengertui dan memanggil ibu sesuai nama panggilan ibu serta mendengarkan keluhan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.
  2. Memberitahukan kepada ibu hasil dari pemeriksaan, yaitu

–       KU               :  Baik

–       Kesadaran    :  Composmentis

            –     TD                :  110 / 80 mmHg

            –     RR                :  18 x/menit

            –     N                  :  100 x / mrnit

            –     S                   :  37o C

                     Hasil dari pemeriksaan Abdomen :

Palpasi                :  Abdomen

LI                       :  TFU 1 jari ↓ Px ( 30 cm), teraba lunak, bulat,                                                             tidak ada lentingan.

LII                      :  Teraba keras, panjang, ada tahanan ( Punggung                                                      kiri )

L III                   :  Teraba bulat, keras, ada lentingan ( Presentasi                                               kepala )

LIV                    :  Belum masuk PAP

Auskultasi          :  DJJ (+) 135 x/menit

  1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaanya asaat ini dalam keadaan baik-baik saja (normal), janin dan ibu baik dan juga sehat, dan beritahu ibu usia kehamilannya sekarang 36- 37 minggu ( 9 bulan)
  2. Menjelaskan kepada ibu tanda-tanda persalinan, seperti keluar lendir campur darah, perut sering terasa kenceng-kenceng (kontraksi).
  3. Menjelaskan pada ibu hal-hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi persalinan, yaitu persiapan mental, tempat persalinan, tenaga penolong persalinan, persiapan transfusi darah, serta persiapan dalam rujukan.

 

3.7        Evaluasi

Hari / tanggal     : kamis,02 Agustus 2012

Jam                     : 10.50 wita

Tempat               : Polindes Desa Tri Mulya, Sebamban 01

 

Dx :     Ny. “Z” G2P11001, UK 36-37 minggu,  Janin/Tunggal/Hidup/Intrauteri dengan kehamilan fisiologis.

S :        Ibu mengatakan mengerti tentang penjelasan yang diberikan oleh bidan

O :       Keadaan Umum          :  Baik

            Kesadaran                   :  Composmentis

            TD                               :  110/80 mmHg

            RR                               :  18 x/menit

            N                                    :           100 x/menit

            S                                  :  37o C

            TB                               :  156 cm

            BB sekarang                :  54 kg

            LILA                           :  26 cm

            HPHT                          :  23-11-2011

            TP                                :  30-08-2012

 

Palpasi                :  Abdomen

LI                       :  TFU 1 jari ↓ Px ( 30 cm), teraba lunak, bulat,                                                             tidak ada lentingan.

LII                      :  Teraba keras, panjang, ada tahanan ( Punggung                                                      kiri )

L III                   :  Teraba bulat, keras, ada lentingan ( Presentasi                                               kepala )

LIV                    :  Belum masuk PAP

Auskultasi          :  DJJ (+) 135 x/menit

 

A  :       Ny “Z” usia 24 tahun, G2P11001 UK 37 minggu, Preskep

            Janin/Tunggal/Hidup/Intrauteri belum masuk PAP, keadaan ibu dan

            janin baik dengan kehamilan fisiologis.

 

P       : –   Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup

–   Anjurkan ibu untuk meminum obat / vitamin yang telah diberikan

–   Anjurkan makan-makanan sesuai menu seimbang seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging, susu.

–   Anjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene

–   Anjurkan ibu untuk datang kembali 1 minggu kemudian.

        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

PEMBAHASAN

 

Pembahasan ini akan lebih memudahkan pembaca. Pada pembahasan ini sudah dikelompokan sesuai langkah-langkah manajemen kebidanan. Yang meliputi :

  1. Pengkajian

      Pada pengkajian terdapat pengkajian data secara subyektif dan obyektif.

Dari kedua pengkajian tersebut tidak terdapat kesenjangan dikarenakan klien sangat membantu dan mau diajak berkomunikasi, mampu menjawab semua pertanyaan pada pengumpulan data secara subyektif. Dan pada pengkajian data secara obyektif yang dilakukan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan juga tidak terdapat kesenjangan.

  1. Interpretasi Data Dasar

        Pada interpretasi data dasar, dari diagnosa dan data dasar yang diperoleh melalui DS dan DO “ Asuhan Kebidanan pada Ny “Z” dengan kehamilan fisilogis tidak mengalami kesenjangan, karena pemeriksaan dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya.

  1. Diagnosa (Masalah Potensial)

      Tidak terdapat masalah potensial yang timbul pada asuhan yang diberikan pada Ny “Z” dengan kehamilan fisiologis.

  1. Identifikasi Kebutuhan Segera

Dikarenakan tidak terdapat masalah potensial pada langkah ke-3 pembuatan Asuhan kebidanan pada Ny “Z” juga tidak diperlukan kebutuhan segera.

  1. Intervensi

        Merencanakan tindakan selanjutnya untuk memberikan pelayanan kepada klien sesuai standar asuhan pada ibu hamil fisiologis. Tidak mengalami kesenjangan karena perencanaan dapat dibuat dengan mudah sesuai asuhan pada ibu hamil fisiologis.

  1. Implementasi

        Pada pelaksanaan intervensi yang telah dibuat menurut standar asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis, tidak terdapat kesenjangan dikarenakan intervensi yang dibuat dapat dilakukan kepada klien tanpa kesulitan.

  1. Evaluasi

        Setelah mendapatkan penjelasan dari bidan, ibu mengerti dan merasa puas dengan konseling yang diberikan oleh bidan serta pelayanan yang diberikan. Dan pada evaluasi juga tidak terdapat kesenjangan.

        Jadi dalam pembahasan yang sudah dijelaskan secara perkelompok dapat dikatan tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus yang dibuat, semua item-item dapat dilakukan sesuai standar 7 langkah varney.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 5

PENUTUP

 

5.1              Kesimpulan

 

Antenatal care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Dalam memberikan asuhan kebidan persalinan dapat menggunakan asuhan kebidanan 7 langkah varney :

  1. Pengkajian

Dalam melakukan pengkajian terdapat data subjektif dan data objektif

  1. Interpretasi Data Dasar

Pada interpretasi data dasar, terdapat diagnose dan data dasar yang diperoleh dari data subyektif dan data obyektif.

  1. Diagnosa/masalah potensial

Diagnosa potensial didapatkan berdasarkan hasil dari interpretasi data dasar, hasil diagnose masalah apa yang mungkin akan terjadi dengan diagnose yang telah ditetapkan

  1. Identifikasi Kebutuhan Segera

Kebutuhan segera ditetapkan setelah mengetahui masalah potensial yang terjadi pada klien, identifikasi ini digunakan untuk mencegah agar masalah potensial tidak terjadi.

  1. Intervensi

Pada intervensi semua rencan asuhan disusun secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan klien waktu itu.

  1. Implementasi

Implementasi merupakan pelaksanaan dari intevensi yang telah dibuat.

  1. Evaluasi

Dilakukan untuk mengetahui respon klien terhadap asuhan yang telah diberikan dan untuk mengetahui hasil dari asuhan yang kita berikan.

5.2              Saran

5.2.1        Penulis

Diharapkan kepada penulis agar kedepannya lebih teliti dan cermat dalam penulisan karya tulis agar tidak terjadi banyak kesalahan dalam penyusunannya.

5.2.2        Pembaca

Diharapkan bagi pembaca setelah membaca asuhan kebidanan ini, Pembaca dapat menambah wawasan mengenai Asuhan Kebidanan pada ibu hamil.

5.2.3        Institusi

Diharapkan bagi institusi supaya memperbanyak buku – buku tentang kesehatan, guna memperbanyak referensi dalam penulisan laporan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s