ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA BAYI DENGAN IMUNISASI POLIO

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1        Latar Belakang

Salah indikator yang penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara adalah banyaknya bayi di usia 0 – 12 bulan yang meninggal per 1000 kelahiran hidup yang disebut dengan angka kematian bayi.

Kemampuan pelayanan kesehatan oleh suatu Negara ditentukan dengan perbandingan meningkat dan menurunnya tingkat angka kematian ibu dan bayi (perinatal) untuk itu diperlukan perhatian yang serius dari berbagai pihak yang terkait dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. Maningkatnya angka kematian ibu dan perinatal tidak dapat dipisahkan dari profil wanita Indonesia. Pembangunan dibidang kesehatan telah berhasil meningkatkan angka harapan hidup wanita dari 54% pada tahun 1976 menjadi 64,4% tahun 1993%.

Sedangkan mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang dan negara miskin sekitar 25 – 50% kematian. WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahun meninggal saat hamil atau bersalin. Saat ini angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia masih tinggi yaitu 334 per 100.000 kelahiran hidup dan 21.8 per 1000 kelahiran hidup.

Walaupun angka kelahiran bayi ini talah menurun dari 103% pada akhir pelita II menjadi 90,3% pada akhir pelita III 76% pada akhir pelita IV. Angka kematian bayi Indonesia adalah yang tertinggi di negara ASEAN.

Angka kelahiran bayi yang tinggi ini perlu dilakukan upaya – upaya kesehatan yang lebih terarah supaya angka kelahiran bayi di Indonesia dapat menurun lagi. Pada penelitian penyebab kematian pada balita di Indonesia ternyata 70% kematian balita disebabkan karena diare, radang akut pada saluran pernafasan dan penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jika program imunisasi dilaksanakan dengan baik dan menyeluruh ( paling sedikit ) 80% maka keefektipan imunisasi mencapai 85% – 90 % lebih kurang 115.000 kematian balita dapat dicegah. Hal ini tentu juga akan berpengaruh terhadap anggka kematian bayi (AKB).

Pada tahun 2001 sebesar 46/1000 kelahiran hidup sedangkan 2002 kematian bayi metro sebanyak 15 bayi dari 2765 bayi / 524 / 1000 kelahiran hidupsedangkan menjadi indicator Indonesia sehat tahun 2002 – 2004 adalah untuk imunisasi DPT 100%, polio 90%, BCG 100%, campak 90%, hepatitis B 90%.

Di wilayah kabupaten Tanah Bumbu provinsi Kalimantan Selatan, balita yang mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan status Universal Child Imunization (UCI) yang ditetapkan oleh WHO yaitu sesuai dengan cakupan BCG minimal 90%, polio minimal 95%, dan campak minimal 90%.

Padahal umumnya sebagian ibu – ibu masih enggan dan takut membawa anaknya untuk imunisasi ke posyandu / tenaga kesehatan karena takut anaknya manjadi sakit, takut terjadi apa – apa dengan bayinya karena tidak tahu manfaatnya. Di harapkan dari masalah di atas, bagi petugas kesehatan harus lebih aktif untuk melakukan penyuluhan – penyuluhan ke masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih tahu dan mengerti tentang manfaat imunisasi.

Dari data di atas maka penulis tertarik membua Asuhan Kebidanan pada By. “C”  Usia 2 bulan dengan Imunisasi polio 2

 

1.2        Tujuan

1.2.1     Tujuan Umum

Mahasiswa mampu melakukan Asuhan Kebidanan pada By. “C”  Usia 2 bulan dengan Imunisasi polio 2

1.2.2     Tujuan Khusus

  • Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu menginterpretasikan data dasar pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu menentukan masalah pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu menentukan kebutuhan segera pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu membuat intervensi pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu meimplementasikan rencana asuhan pada By. “C”
  • Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan kebidanan pada By. “C”

 

 

 

 

 

 

1.3        Metode Pengumpulan Data

  1. Wawancara

       Adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan tanya jawab langsung pada klien atau kluarga.

  1. Studi dokumentasi

       Semua bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen baik resmi maupun tidak resmi.

  1. Praktek langsung

       Dengan melakukan asuhan kebidanan secara langsung pada klien.

  1. Studi pustaka

       Penyusun mempelajari literature berupa buku yang ada guna mendukung terlaksananya asuhan dan membandingkan antara teori dan praktek

 

1.4        Sistematika Penulisan

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1     Latar Bealakang

1.2     Tujuan

1.3     Teknik Pengumpulan Data

1.4     Sistematika Penulisan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.1     Konsep Dasar Tentang Imunisasi

1.2     Konsep Menagemen Asuhan Kebidanan pada Imunisasi

BAB 3 TINJAUAN KASUS

3.1  Identifikasi

3.2  Indentifikasi Masalah/Diagnosa

3.3  Antisipasi Diagnosa/Masalah Potensial

3.4  Identiikasi Kebutuhan Segera

3.5  Intervensi

3.6  Implementasi

3.7  Evaluasi

BAB 4 PEMBAHASAN

BAB 5 PENUTUP

DAFTAR PUSTA

BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Imunisasi

2.1.1       Pengertian Imunisasi

Sistem imunisasi dapat mencegah antigen menginfeksi tubuh, sistem imunisasi ini bersifat alami dan bersifat artificial, bekerja secara aktif dan pasif, bekerja secara aktif jika suatu zat di induksikan kedalam tubuh yang bertujuan untuk merangsang sistem imun mengeluarkan anti bodi, sebagai contoh adalah imunisasi, bekerja secara pasifjika menyuntikan serum yang mengandung anti bodi kedalam tubuh sebagai contoh serum bisa ular. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti resisten atau kebal.

Imunisasi merupakan suatub program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang anti bodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu.

 

2.1.2          Tujuan Imunisasi

  Program imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan kepada Bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang di sebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit, secara umum tujuan imunisasi antara lain:

  1. Melalui Imunisasi, tubuh tidak dapat terserang penyakit menular.
  2. Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular.
  3. Imunisasi menurunkan angka Morbiditas (angka kematian) pada balita.

 

     2.1.3            Imunisasi Ulang

      Imunisasi perlu di ulang untuk mempertahankan agar kekebalan agar tetap dapat melindungi terhadap paparan bibit penyakit, beberapa jenis Imunisasi mulai berkurang kemampuannya  sesuai pertumbuhan usia anak, sehingga perlu Imunisasi penguatan (boster) dengan cara pemberian Imunisasi ulang.

–          Pelayanan Imunisasi diberbagai tempat kesehatan, dapat memberikan pelayanan:

–          Posyandu

–          Puskesmas, RS bersalin, BKIA, /  RS Pemerintah

–          Praktek dokter / Bidan / RS Swasta.

 

      2.2   Imunisasi Yang Wajib Di Berikan Pada Anak.

 

  1. Imunisasi Basililus Celmeter – Guerin (BCG).
    1. Fungsi

Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah penularan TBC (Tuber Kulasi), Tuber Kulasi di sebabkan oleh sekelompok Bakteri bernama Mycobakterium Tuberculasis Complex, pada manusia TBS terutama menyerang sistem pernafasan, meskipun orang tubuhnyalainnya juga dapat terserang , TBC biasanya ditularkan melaluai batuk seseorang, seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paru-paru dan terdapat Bakteri didahaknya, kondisi lingkungan yang gelap dan lembab juga mendukung terjadinya penularan.

–          Faktor yang mempengaruhi Evektivitas BCG, lingkungan faktor Genetik, setatus Gizi.

  1. Kemasan

Kemasan adalah ampul, beku kering 1 Box berisi 10 ampul Veksin, setiap ampul vaksin dengan 4 ml pelarut.

  1. Cara pemberian dan dosis

      Vaksin BCG merupakan Bakteri TBC yang telah di lemahkan, cara pemberiannya melalui suntikan, sebelum disuntikkan Vaksin BCG harus di larutkan lebih dahulu, dosis 0,55 cc untuk bayi, dan 0,1 cc untuk anak dan orang dewasa.

Imunisasi BCG dilaku7kan pada bayi usia 0 – 2 bulan, akan tetapi biasanya diberikan pada bayi umur 2 atau 3 bulan, dapat di berikan pada anak dan orang dewasa jika sudah melalui tes Herkulasi dengan hasil Negatif.

      Imunisasi BCG disuntikkan secara intrakutan, disuntikkan di daerah lengan kanan atas, disuntikkan kedalam lapisan kulit dengan penyerapan pelan-pelan, agar dapat dilakukan dengan tepat, harus digunakan dengan jarum pendek yang sangat halus (10 min, ukuran 26).                                                                                                                                                                                       

  1. Efeksamping

      Setelah diberikan imunisasi BCG, reaksi yang timbul tidak seperti imunisasi dengan faksin lain.

Imunisasi BCG tidak menyebabkan demam, setelah 1 – 2 minggu di berikan Imunisasi, akan timbul kemerahan di tempat suntikan yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi luka, luka tidak perlu pengobatan khusus, karena luka ini akan sembuh dengan sendirinya secara sepontan.

 

  1. Imunisasi DPT (Difteri, Pertutis, Tetanus)
    1. Fungsi

Imunisasi DPT bertujuan untuk mencegah 3 penyakit sekaligus yaitu Difteri, Pertosis, Tetanus.

–          Difter merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Bakteri Corynebakterium Diphtheria. Difteri bersifat ganas, mudah menular dan menyerang terutama saluran napas bagian atas, penularan bisa karena kontak langsung melalui bersin atau batuk, atau kontak tidak langsung karena adanya makanan yang terkontominasi Bakteri Difteri.

Gejala Berupa

–          Demam lebih kurang dari 380 c.

–          Mual, Muntah, sakit waktu mau menelan.

–          Terdapat putih ke abu-abuan di Faring. Laring / Tonsil tidak mudah lepas dan mudah berdarah.

–          Leher membengkak disebabkan karena pembengkakan kelenjar leher dan sesak napas disertai bunyi.

–          Difteri disebabkan oleh Bakteri yang di temukan di mulut, tenggorokan dan hidung. Defteri menyebabkan selaput tumbuh disekitar bagian dalam tenggorokan, selaput tersebut dapat menyebabkan kesusahan menelan, bernapas dan bahkan bisa mengakibatkan mati lemas.

–          Pertusis merupakan suatu penyakit yang di sebabkan oleh kuman Bordetella Pertusis, kuman ini mengeluarkan  Toksin yang menyebabkan ambang rangsang batuk menjadi rendah sehingga bila terjadi sedikit saja rangsangan akan terjadi batuk yang hebat dan lama. Serangan batuk  lebih sering pada malam hari Batuk terjadi beruntun dan pada akhir batuk menarik napas panjang terdengar suara “ hup ” yang khas, biasanya disertai muntah, batuk bisa mencapai 1 – 3 Bulan. Oleh karena itu pertosis disebut juga dengan batuk seratus hari.

      Batuk Rejan adalah pemyakit yang menyarang saluran udara dan pernapasan dan sangat mudah menular, penyakit ini menyebabkan serangan batuk parah yang berkepanjangan.

–          Tetanus merupakan penyakit-penyakit yang di sebabkan oleh infeksi kuman Drostidium Tetani, kuman ini bersifat Anaerob. Sehingga hidup pada lingkungan yang tidak terdapat zat asam (Oksigen). Tetanus dapat menyerang bayi anak-anak bahkan orang dewasa, pada bayi penularan disebabkan karena pemotongan tali pusat tanpa alat yang seteril / dan cara tradisional dimana alat pemotong dibubuhi ramuan tradisional yang terkontaminasi spora Kuman titanus, sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa bisa terinfeksi karena luka yang kotor / luka Terkontaminasi spora Kuman titanus.

–          Tetanus disebabkan oleh bakteri yang berada di dalam tanah, debu dan kotoran hewan Bakteri ini dapat memasuki tubuh melalui luka sekecil tusukan jarum. Titanus tidak dapat ditularkandari satu orang ke orang lain, Tetanus adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan seringkali menyerang kematian Tetanus menyebabkan kekejangan otot leher dan rahang. Tetanus bisa dapat menyebabkan susah bernapas, kejang-kejang yang terasa sakitdan detak jantung yang tidak normal.

  1. Kemasan

Terdapat 3 kemasan sekaligus dalam bentuk kemasan tunggal bagi tetanus, dalam bentuk kemasan tunggal (Diferi dan Tetanus).

  1. Cara Pemberian Dan Dosis

      Cara pemberian imunisasi DPT adalah dengan melalui Injeksi Intramuskular, suntikan diberikan pada paha tengah luar atau subkulan dalam dengan dosis 0,5 cc.

Cara memberikan faksin ini sebagai berikut:

  1. Letakkan banyi dengan posisi miring diatas pangkuan Ibu dengan seluruh kaki telanjang.
  2. Orang tua sebaiknya memegang kaki bayi.
  3. Pegang paha dengan ibujari dan jari telunjuk.
  4. Masukkan jari denga sudut 90 derajat.
  5. Tekan seluruh jarum langsung kebawah melalui kulit sehingga masuk kedalam otot, untuk mengurangi rasa sakit, suntikkan secara pelan-pelan.

 

Pemberian faksin DPT dilakukan 3 kali mulai bayai umir 2 bulan sampai 11 bulan, dengan Interval 4 minggu,Imunisasi ini di berikan 3 kali karena pemberian pertama Antibodi dalam tubuh masih sangat rendah, pemberian kedua mulai meningkat dan pemberian ketisa diperoleh cukupan Antibodi.

 

  1. Efeksamping

Pemberian Imunisasi DPT memberikan efeksamping ringan dan berat, efekringan seperti terjadi pembengkakan dan nyeri pada tempet penyuntikan dan demam, sedangkan efek berat bayi menangis hebat karena kesakitan selama kurang lebih 4 jam, kesadaran menurun, terjadi kejang dan sok.

 

  1. Imunisasi Campak
    1. Fungsi

Imunisasi campak ditujukan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit  Campak.Campak Mieasles / tubella, adalah penyakit Virus akut yang di  sebabkan oleh Virus campak, penyakit ini sangat Infeksius menular sejak awal maqasa Prodromal sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya Ruam. Infesi disebarkan lewat udara (Arbome).

        Virus Campak ditularkan lewat infeksi Droplet melalui udara, menempel dan berkembangbiak pada Efital Nasoparing.

  1. Gejala klinis
    1. Panas meningkat dan mencapai puncaknya pada hari ke 4, 5 pada saat Ruam keluar.
    2. Coriza yang terjadi sukar dibedakan dengan Comon Cold yang berat, membaik dengan cepat pada saat panas menurun.
    3. Conjunctivitis ditandai dengan mata merah pada Conjunctiva disertai dengan keradangan dengan keluhan Fotofogia.
    4. Cough merupakan akibat keradangan pada epitel saluran napas, mencapai puncak pada saat Erupsidan menghilang setelah beberapa minggu.
    5. Munculnya bercak Koplik (Koplik’s Spot) umumnya pada sekitar dua hari sebelum munculnya Ruam (hari ke 3 – 4) dan cepat menghilang setelah beberapa jam / hari.
    6. Ruam Maokulopapular semula berwarna kemerahan. Ruam ini muncul pada batas rambut dan dahi,serta belakang telinga, menyebar kearah Perifer sampai pada kaki.
  2. Kemasan
    1. 1 bok Vaksin terdiri dari lovial
    2. 1 vial berisi 10 dosis.
    3. 1 bok pelarut berisi 10 ampul @ 5 ml.
    4. Vaksin ini berbentuk beku kering.
  3. Cara Pemberian dan Dosis

      Pemberian vaksin campak hanya diberikan satu kali dapat dilakukan pada umur 9 11 bulan, dengan dosis 0,5 cc, sebelum disuntikkan, Vaksin Campak terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut seteril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut, kemudian suntikan diberikan pada lengan kiri atas secara Subkutan.

cara pemberian:

  1. Atur bayi dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dengan seluruh lengan telanjang.
  2. Orangtua sebaiknya memegang kaki bayi, dan gunakan jari-jari tangan untuk menekan keatas lengan bayi.
  3. Cepat tekan jarum kedalam kulit yang menonjol keatas dengan sudut 45 derajat.
  4. Usahakan kesetabilan jarum.

 

  1. Efek samping

Dapat mengalami demam dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8 12 hari setelaha berfaksinasi.

 

  1. Imunisasi polio
    1. Fungsi

Merupakan inmunisasi yang bertujuan mencegah penyakit Polomyelitis. Pemberian vaksin polio dapat dikombinasikan dengan vaksin DPT terdapat 2 macam vaksin polio:

  1. Mactivatet polio vaccsne (IPU: vaksin salk) mengandung firus polio yangtelah di matikan dan diberikan melalui suntikan.
  2. Oral polio vaccine (OPV: vaksin sabin). Mengandung vaksin hidup yang telah di lemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan.

Penyakit polio Mielitis adalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan, yaitu virus polio tipe 1, 2 / 3.

Gaya hidup dengan sanitasi yang kurang akan meningkatkan kemungkinan terserang  poliomyelitis, kebanyakan polio mielytis tidak menunjukan gejala apapun, akan tetapi virus lebih menyarang dan menghancurkan sistem syaraf matorik, hal ini menimbulkan hal kelemahan otot dan kelumpuhan (lumpuh layu akut) kelumpuhan dimulai dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit. Kematian bisa terjadi jika otot-otot pernafasan terinfeksi dan tidak segera di tangani.   

     Faktorfaktor yangdapat menyebabkan terserangt poliomyelitis antara lain dikarenakan malnutrisi, kurangnya sanitasi lingkungan karena suntikan dan juga virus bisa ditularkan melalui plasenta Ibu, sedangkan anti bodi yang di berikan pasif melalui plasenta tidak dapat melindungi bayi adokuat.

Kemasan

  1. 1 box vaksin yang terdiri lovial.
  2. 1 vial berisi 10 dosis.
  3. Vaksin volio adalah vaksin yang berbentuk cairan.
  4. Setiap vial vaksin volio disertai 1 buah penetes terbuat dari bahan plastik.
  5. Cara pemberian dan dosis

Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I, II, III, IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi polio ulangan di berikan 1 Tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian Pasa saat masuk SD (5 6 Tahun) pada saat meninggalkan SD (12 Tahun). Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0,1 ml), langsung kemulut anak / dengan menggunakan sendok yang berisi air gula. Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes (dropper) yang baru harus, cara pemberian : 

  1. Orangtua memegang bayi dengan kepala di sangga dan dimiringkan kebelakang.
  2. Mulut bayai dibuka hatihati menggunakan ibu jari / dengan menekan pipi bayi dengan jarijari.
  3. Teteskan 2 tetes vaksin dari alat tetes kedalam lidah, jangan biarkan alat tetes menyentuh bayi.

E.   Imunisasi Hepatitis B

  1. Fungsi

        Imunisasi Hepatitis B, ditujukan untuk memberi tubuh kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B, Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh virus yang telah mempengaruhi organ liver (hati) virus ini akan tinggal selamanya dalam tubuh, bayi-bayi yang terjangkit virus hepatitis beresiko terkena kangker hati / kerusakan pada hati, virus hepatitis B, ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terjngkit termasuk darah, ludah dan air mani

  1. Penularan

        Virus hepatitis B, biasanya disebarkan melalui kontak dengan caratubuh (darah, air liur, air mani), penderita penyakit ini / dari ibu ke anak pada saat melahirkan kebanyakan anak kecil yang terkena virus hepatitis B akan menjadi “Pembawa virus” ini berarti mereka dapat memberikan penyakit tersebut padas oranglain, walaupun mereka tidak tidak menunjukan gejala apapun.

        Ibu yang terjangkit hepatitis B dapat menularkan firus pada bayinya. Hepatitis B dapat menular melalui kontak antara darah dengan darah.

  1. Gejala

        Gejala mirip flu yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah rasa leleh, mata kuningan dan muntah serta demam, urine menjadi kuning, sakit perut.

  1. Kemasan

Vaksin hepatitis B berbentuk cairan, satu box vaksin hepatitis B PID terdiri dari 100 HB PID

  1. Cara pemberian dan dosis

        Imunisasi ini diberikan tiga kali pada umur 10 11 bulan melalui intraksi intrasmukular, kandungan vaksinnya adalah HbsAg dalam bentuk cair, terdapat vaksin B PID (Preffil Injektion Device) yang diberikan sesaat setelah lahir, dapat diberikan pada usia 0 7 hari. Vaksin B PID disuntikkan dengan 1buah HB PID, vaksin ini menggunakan  PID, merupakan jenis alat suntik yang hanya bisa di gunakan sekali pakai dan telah berisi vaksin dosis tunggal. Vaksin juga diberikan pada anak usia 12 tahun yang dimasa kecilnya belum diberi vaksin hepatitis B.

Cara pemakaian :

  1. Buka kantong aluminium / plastik dan keluarkan alat suntik PID.
  2. Pegang alat suntik PID pada leher dan tutup jarum dengan memegang keduanya diantara jari telunjuk dan jempol, dan dengn gerakan cepat dorong tutup jarum kearah leher. Teruskan mendorong sampai tidak ada jarak antara tutup jarum dan leher.
  3. Buka tutup jarum, tetap pegang alat suntik pada bagian leher dan tusukkan jarum pada anteroloteral paha secara Intrasmukular, tidak perlu dilakukan aspirasi.

 

 

 

 

 

2.2    Konsep Menagemen Asuhan Kebidanan pada Bayi dengan Imunisasi Polio

                   I.      Pengkajian

Tanggal Pengkajian      :

Jam                               :

Tempat                          :

  1. Data Subjektif
    1. Identitas
      1. Bayi

Nama                              :

Tanggal/Jam Lahir          :

Jenis Kelamin                 :

Anak Ke                         :

Alamat                           :

  1. Orang Tua :

Nama Ibu                   :                                  Nama Ayah     :

Umur                         :                                  Umur               :

No. Register              :                                  Agama             :

Agama                       :                                  Pendidikan      :

Pendidikan                :                                  Pendidikan      :

Pendidikan                :                                  Penghasilan     :

Suku/Bangsa              :                                  Suku/Bangsa   :

Alamat                       :                                  Alamat            :

(FK UNPAD, 1983; 153)

 

  1. Riwayat Keadaan
    1. Keluhan Utama

Keluhan yang dirasakan pasien sekarang sehingga klien datang ke klinik atau petugas kesehatan khususnya keluhan pada masalah imunisasi seperti imunisasi apa yang seharusnya didapat bayinya sekarang dan masalah efek samping imunisasi yang membuat ibu khawatir seperti panas dan bengkak di daerah penyuntikan.

(Dep Kes RI 2002: H.8)

 

  1. Riwayat Kehamilan

–          Kehamilan yang keberapa

–          Hari pertama dari haid yang terakhir di dapat

–          Keluhan selama hamil pada bulan-bulan pertama seperti mual dan muntah, pusing, sering kencing, dll. Bulan berikutnya TM II seperti nafsu makan meningkat, dll. TM III seperti sering kencing, bengkak pada kaki

–          Beberapa kali periksa hamil (standar ANC 4 kali, TM II 1 Kali, dan TM III 2 Kali), dimana dan apa saja yang di dapat saat periksa hamil

–          Kapan pertama kali memeriksakan gerakan anak

(Mayes Mary, 1988: 131)

  1. Riwayat Persalinan

–          Ibu dengan ………….. dengan usia kehamilan ……….. minggu

–          Persalinan ditolong oleh : Bidan/dokter/DK/Klinik bidan swasta

–          Jenis persalinan : Spontan kepala/Spontan/Bokong

–          Tempat persalinan : Di rumah ibu/PKM, RS, Klinik bidan swasta

–          Masalah Yang terjadi selama persalinan ada/tidak ada

–          Ketuban :  Positif/negative

tidak keruh/keruh

ada mekonium/tidak ada

–          Lama persalinan : Sejak ibu mulai merasa perutnya mules sampai bayi lahirkala IV

 

  1. Riwayat kesehatan sekarang

Penyakit yang diderita oleh bayi sekarang yang merupakan kontraindikasi pemberan imunisasi DPT, Polio dan Hepatitis seperti Diare berat dan panas tinggi.

(FK. UNPAD: 1983: 157)

  1. Riwayat penyakit terdahulu

–          Pernah atau tidak sakit keras sampai masuk rumah sakit atau rawat inap beberapa hari dan apa alasan rawat inap

–          Riwayat penyakit menurun seperti kencing manis, jantung, dan lain sebagainya

–          Pernah transfuse darah.

(FK. UNPAD: 1983: 157)

  1. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu

Kehamilan

Persalinan

Nifas

BB/PB

Jenis kehamilan/Umur

–    Jumlah Kehamilan

–    Keluhan dalam kehamilan

–    Periksa hamil

–    ANC berapa kali dan dimana

–    Apa saja yang di dapat saat ANC

–    Adanya komplikasi atau masalah selama kehamilan, usia kehamilan/cukup atau kurang bulan

–    Normal/spontan atau operasi/SC  atau dibantu dengan alat, dirangasang pakai obat melalui infuse atau tidak

–    Penolong persalinan, tempat persalinan.

–    Masalah yang dialami dalam persalinan

–    Bayinya langsung menangis atau dihisap dengan alat

–    Ari-ari lahir berapa lama setelah bayi lahir, lansung atau tidak, lenkap ataun tidak ada kelahiran/tidak

–       Adanya demam setelah melahirkan, adanya pendarahan

–       ASI lancer/tidak

–       Kapan ASI pertama diberikan

–       Bayi mau menyusu/tidak

–       Bayi diberi makanan lain selain ASI/tidak

–       Sampai umur berapa pemberian ASI

–       Darah yang dikeluarkan setelah melahirkan segar, amis atau berbau, beku/encer

–   BB 2500-3500 gr/masing-masing anak

–   Pb 45-50 cm dari masing-masing anak

–      Laki-laki/perempuan

–      Umur anak ter kecil

–      Jarak setiap anak

–      Anak yang meninggal, umur meninggal dan penyebab

–      Jumlah anak hidup

(FK. UNDIP 1993: 155)

  1. Riwayat Perkawinan Orang Tua

–          Status perkawinan

–          Banyak perkawinan

–          Lama perkawinan

                              (Mayes Mary, 1988: 129 dan FK UNDAP, 1983: 155)

 

  1. Riwayat KB

–          KB yang pernah digunakan misalnya KB suntik 3 bulan

–          Lama pemakaian KB yang dipakai

–          Keluhan yang dirasakan selama penggunaan KB misalnya haid tidak lancer, pusing, gemuk/kurus dan mual/muntah.

(Mayes Mary, 1988: 131)

 

 

  1. Riwayat Psiko Spiritual

PISIKOLOGIS

SPIRITUAL

–      Perasaan yang dirasakan ibu senang, sedih, cemas, dll

–      Ibu dan suami menginginkan anaknya mendapat imunisasi

–       Ibadah/ajaran agama yang dilakukan ibu selama mempunyai bayi, misalnya sholat, ke gereja, dll

(Depkes, RI, 2001: 2-36)

  1. Latar belakang sosial budaya

SOSIAL

BUDAYA/ADAT

–    Hubungan ibu dengan suami, orang tua, dan tetangga.

–    Tanggapan dan dukungan keluarga dengan kehamilan ini

–    Pengambil keputusan dalam keluarga

Adat istiadat yang berhubungan dengan anaknya misalnya tingkepan, dll

Member makanan bayi secara dini

Adanya mitos yang dianut,misalnya ibu atau suami tidak boleh membawa anaknya keluar rumah sebelum usia 3 bulan.

 

  1. Perilaku Kesehatan

–          Kebiasaan ibu dan keluarga untuk ke pelayanan kesehatan saat sakit misalnya ke Puskesmas

–          Kebiasaan ibu minum-minuman keras dan merokok

–          Pemakaian obat-obatan terlarang seperti narkoba, zat adiktif, dll

(Depkes RI, 2001: 2-37)

  1. Riwayat Imunisasi (Reaksi setelah pemberian imunisasi)

Imunisasi dapat sejak lahir, ada keluhan atau tidak

(Depkes RI, 2001: 5-37)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pola

Pola Kebiasaan

Umur 2 bulan

Nutrisi

–          ASI saja

–          Frekuensi minimal 2 jam sekali menyusu

Eliminasi

–          BAB 1-2 kali saja

–          BAK 6-8 kali saja

Aktivitas

–          Menyusu setiap 2 jam

–          Berbaring

–          Mengangkat kedua kaki dan tangan serta mengepal tangan

–          Mengangkat kepala  45°

–          Kepala menoleh kesamping kana dan kiri mengikuti rangsangan

–          Bersuara, tersenyum spontan

 

Istirahat

–          Tidur 3-4 kali sehari

–          Lama tidur setiap kali 2 jam

–          Tidur malam 8 jam

–          Kebutuhan tidur 12-14/hari

(Uliyah Musrifatul, 2006: 120-168)

Kebersihan

–          Mandi 2-3 kali

–          Ganti pakaian dalam 6-10 kali/hari

–          Ganti pakaian luar 2-4 kali sehari

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Data Objektif
    1. Pemeriksaan umum

–          KU              :

  • Ukuran dalam keseluruhan baik dan malaise (Barbara Betes, 1997: 165)
  • Kepala, badan dan ektrimitas
  • Tetanusaotot, tingakat aktifitas
  • Warna kulit dan bibir

–          TTV            :

  • Frkuensi nafas                    : 32-48 x/menit adakah kesulitan nafas
  • Frekuensi nadi                    : 130 x/menit
  • Suhu normal                       : 36°C-37,5°C

–          BB              : 140-220 gram/minggu

–          PB               : 2,5 cm/bulan

 

  1. Pemeriksaan Khusus
    1. Kepala       :
  • Bentuk : Simetris kanan dan kiri/tidak
  • Lingkar kepala     :    CSB      =          34 cm

                                      CFO      =          36 cm

                                      CMO    =          38 cm

  • Cepal hermatom             : ada/tidak
  • Rambut    : warna kebersihan

                                               (Uiyah f.Musrifatul, 2006: 120-168)

  1. Telinga
  • Letak dengan mata an telinga simetris/tidak
  • Kelainan ada/tidak
  • Bentuk                           : simetris atas bawah/tidak
  • Daun telinga                   : ada kanan dan kiri/tidak
  • Lubang telinga               : ada kanan dan kiri/tidak
  • Cairan                             : ada cairan yang keluar dari telinga/tidak
  1. Mata  :       adakah kelainan atau infeksi

                  apakah simetris/tidak

  1. Hidung :
  • Lubang    :                    ada lubang hidung/tidak
  • Cuping hidung              :    ada pernafasan cuping hidung/tidak
  • Keluaran :                    terdapat lendir pada lubang/tidak
  1. Mulut
  • Bentuk : simetris atas bawah/tidak
  • Palatum    :              ada labios pallatoskizis/tidak
  • Bibir      : ada labioskizis/tidak
  • Gusi      : atas dan bawah, berwarna merah nuda/tidak
  1. Leher
  • Ada pembengkakan/tidak
  • Benjolan ada/tidak
  1. Dada :
  • Bentuk : simetris/tidak
  • Puting   : timbul/tidak
  • Bunyi nafas                 : teratur/tidak
  • Bunyi jantung             : normal/tidak, lemah/kuat
  1. Bahu Lengan dan tangan
  • Lingkar lengan           :           10-14 cm
  • Jumlah jari cukup, kurang atau lebih (sindaktil/polidaktil)
  1. Refleks
  • Moro                          : mengerakan tanganyan ke atas dan ke bawah

                         lambat/cepat

  • Rooting          : bayi dapat mencari sumber rangsangan dengan

                         cepat/lambat

  • Mengisap       : Ada, lemah/kuat
  • Menggenggam      : bayi menggenggam saat telapaktangan

                                disentuh +/-

  • Babinsky               : saat telapak kaki di sentuh jari-jari

                                akan mengembang positif/negatif

  • Tonik neek            : saat bayi diangkat, leher bayi mengadakan

                                perlawanan/tidak

  1. Abdomen         
  • Bentuk     :     simetris/tidak
  • Benjolan :     ada/tidak
  1. Kulit
  • Warna     : merah, biru, pucat, pembengkakan atau bercak-bercak

                       hitam

  • Tugor      : elastis/tidak
  • Lanugo   : ada, sedikit, banyaka atau tidak ada
  • Vernik caseosa        : ada/tidak (tidak perlu dibersihkan)
  1. Punggung
  • Bentuk : simetris/tidak
  • Kelainan :     tidak ada kelainan/ada

 

 

 

  1. Ekstrimitas

a)      Bagian atas

Tangan         : jari-jari tangan lengkap atau tidak

  (sindaktil/polidaktil), warna pucat, merah, atau

  biru/tidak

b)      Bagian bawah

  • Kaki                  : jari-jari lengkap/tidak (sindaktil/ polidaktil), warna pucat, merah, atau biru
  • Kelainan           : tidak ada kelainan
  • Pergerakan        : lambat/cepat
  1. Genetalia

Pada laki-laki

  • Serotum           : ada/tidak ada
  • Testis               : simetris/tidak, sudah turun masuk serotum/tidak
  • Penis                : ada/tidak
  • Kelaianan        : ada keaianan/tidak

Pada perempuan

  • Vagina             : berlobang/tidak
  • Terdapat labia mayor dan minor/tidak

                                             (Uiyah f.Musrifatul, 2006: 120-168)

  1. Anus

Hemeroid : tidak ada

                    Tidak ada nyeri tekan

(FK. UNPAD: 1983: 165)

 

 

 

 

 

 

 

 

II.  Interpretasi Data Dasar

Data dasar

Diagnose/masalah

DS :

–          Ibu mengatakan anaknya lahir kemarin

–          Ibu mengatakan anaknya berumur 1 hari

–          Ibu mengatakan anaknya ingin mendapatkan munisasi

 

DO :

–          KU               :  …

–          Kesadaran   : …

–          TTV            : …

–          BB              : …

–          PB               : …

 

Dx : Bayi … usia …hari

        dengan imunisasi …

                    

III. Masalah/Diagnosa Potensial

Masalah yang menyertai

IV. Kebutuhan Segera

Penanganan segera dari masalah potensial

V.  Intervensi

  • Lakukan pemeriksaan KU bayi dan TTV.

      R : Deteksi dini kadaan bayi

  • Siapkan alat untuk tindakkan penyuntikan

      R : Alat siap pakai, memudahkan dalam tindakan 

  • Siapkan vaksin DPT, Hepatitis B (combo) dan Polio

      R : Agar vaksi siap diberikan

  • Siapkan posisi ibu dan bayi yang akan diimunisasi

      R : Memudahkan petugas memberikan imunisasi dan memberikan kenyamanan pada ibu

  • teteskan polio 2 tetes pada mulut bayi

      R : Agar bayi mendapatkan  imunisasi yang sesuai jadwalnya

  • Berikan KIE tentang efek samping imunisasi DPT, Hepatitis B dan Polio

      R : Agar ibu tahu tentang efek samping dari pemberian imunisasi yang diberikan pada bayinya sehingga ibu tidak takut dan khawatir.

  • Berikan obat anti feritik dan jelaskan dosis pemberiannya.

      R : Untuk mengatasi efek samping imunisasi panas

  • Anjurkan pada ibu untuk kembali bila ada keluhan.

      R : Agar cepat diatasi keluhannya

  • Catat di KMS bayi imunisasi yang telah diberikan

      R : Sebagai dokumentasi imunisasi

  • Jadwalkan untuk imunisasi bulan depan

      R : Untuk mengingatkan ibu imunisasi lajutanynay bulan depan

 

VI. Implementasi

Langkah ini merupakan pelaksanaan dari asuhan kebidanan secara menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah 3 dan dilaksanakan secara efesien dan aman. Pelaksanaan ini dapat dilaksanakan oleh bidan atau sebagian keluarga dan anggota timedis kesehatan lainya.

VII.  Evaluasi

Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dan sudah diberikan. Apakah benar terpenuhi kebutuhan klien atau sebagainya.

 

 

 

 

 

 

BAB 3

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “C” USIA 2 BULAN DENGAN

IMUNISASI POLIO 2 DI PUSKESMAS SEBAMBAN 01

TANAH BUMBU

 

  1. Pengkajian/Pengumpulan Data Dasar

Tanggal pengkajian  : 16 Juli 2012                                     Pukul : 10.00 WITA

  1. Data Subyektif
    1. Identitas
      1. Bayi

Nama                        : By. “C”

Umur                        : 2 bulan

Jenis Kelamin           : Perempuan

  1. Orang Tua :

Nama Ibu             : Ny. M                         Nama Ayah   : Tn. Z

Umur                   : 23 tahun                      Umur             : 25 tahun

Agama                 : Islam                           Agama           : Islam

Suku/Bangsa        : Banjar/Indonesia        Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia

Pendidikan          : SMA                           Pendidikan    : SMA

Pekerjaan             : IRT                              Pekerjaan       : Swasta

                                                                  Penghasilan    : + 1,5 juta

Alamat                 : Blok A, RT 02 RW 01 Sebamban 01, Sei Loban Kab. Tanah Bumbu            

 

  1. Keluhan Utama

–          Ibu mengatakan anak yang pertama

–          Ibu mengatakan umur bayinya 2 bulan

–          Ibu mengatakan anaknya ingin mendapatkan imunisasi

 

 

 

 

  1. Riwayat Kehamilan

Ibu mengatakan selama hamil melakukan ANC sebanyak 5x, tidak ada keluhan, terapi yang didapat As. Folat, Bcomp, Fe, Calk, dll

 

  1. Riwayat persalinan

Ibu mengatakan melahirkan di rumah sendiri, ditolong bidan, tidak ada penyulit saat melahirkan, bayi lahir dengan spontan, BB : 2800 gram, PB : 49 cm.

 

  1. Riwayat kesehatan
    1. Riwayat kesehatan sekarang

Ibu mengatakan bayinya dalam keadaan sehat, tidak sedang menderita penyakit menurun (DM), menular (hepatitis) dan menahun (asma)

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang sedang atau pernah menderita penyakit keras

 

  1. Data psikososial

Ibu mengatakan tidak keberatan bayinya diimunisasi

 

  1. Riwayat imunisasi

–    Imunisasi hepatitis B usia 1 hari

–    Imunisasi BCG dan polio 1 usia 1 bulan

 

  1. Data Obyektif
    1. Pemeriksaan umum

KU                  : Baik

Kesadaran       : Composmentis

N                     : 120 x/menit

R                     : 42 x/menit

S                      : 36,7oC

BB                   : 4200 gram

PB                   : 55 cm

 

  1. Pemeriksaan khusus

–          Inspeksi

Kuli                       : turgor normal,tidak tampak kelainan

Kepala                   : bentuk normal, rambut ikal dan hitam

Leher                     : tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid dan vena

                                jugularis

Dada                     : simetris, tidak ada kelainan

Abdomen              : tidak tampak kelainan

Ekstremitas           : atas dan bawah        simetris, tidak tampak kelainan

Genetalia               : labia mayora menutupi labia minora

Anus                      : lubang (+)

 

–          Palpasi

Leher                     : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena

                                jugularis

Dada                     : tidak ada benjolan abnormal

Abdomen              : tidak ada benjolan abnormal

 

–          Auskultasi                                                      

Tidak dilakukan

 

–          Perkusi

Tidak dilakukan

 

–          Refleks

–          Rooting reflek (mencari)            : Baik

–          Sucking reflek (mengisap)         : Baik

–          Swallowing reflek (menelan)     : Baik

–          Moro reflek (memeluk)              : Baik

–          Plantar/graph (menggenggam)   : Baik

–          Stepping/walking (menendang) : Baik

–          Tonick neck reflek                     : Baik

 

  1. Pemeriksaan penunjang

Tidak dilakukan

 

  1. Interpretasi Data Dasar

Dx       : By. “C” usia 2 bulan dengan imunisasi polio 2

DS       :

Ibu mengatakan anak yang pertama

Ibu mengatakan umur bayinya 2 bulan

Ibu mengatakan anaknya ingin mendapatkan imunisasi

 

DO      :

KU                    : baik

Kesadaran         : compos mentis

N                       : 120 x/menit

R                       : 42 x/menit

S                       : 36,7oC

BB                    : 4200 gram

PB                     : 55 cm

 

  1. Masalah / Diagnosa Potensial

Tidak dirumuskan

 

  1. Kebutuhan Segera

Tidak dirumuskan

 

  1. Intervensi
  • Tujuan :

Bayi mendapatkan imunisasi, dan mendapatkan kekebalan tubuh dari imunisasi polio untuk mencegah penyakit poliomyelitis

 

  • Kriteria Hasil

KU                 : Baik

Kesadaran      : Compos mentis

N                    : 120 – 160x/menit

R                    : 40 – 60x/menit

S                    : 36,5 – 37,5oC

  • Intervensi

–          Lakukan pendekatan terapeutik

R/ mempermudah melakukan asuhan

–          Lakukan pemeriksaan KU dan TTV serta menjelaskan hasil yang didapatkan

R/ untuk mengetahui keadaan bayi dan ibu mengetahui keadaan anaknya sekarang

–          Siapkan alat dan bahan imunisasi

R/ untuk mempermudah tindakan

–          Siapkan posisi bayi

R/ untuk mempermudah penyuntikan

–          Berikan  imunisasi

R/ bayi mendapat imunisasi

–          Berikan KIE tentang efek samping imunisasi

R/ ibu tidak khawatir

–          Anjurkan ibu datang lagi jika ada keluhan

R/ keluhan ibu dapat segera diatasi

–          Catat hasil pemriksaan dan imunisasi pada KMS

R/ untuk pendokumentasian

–          Anjurkan ibu untuk membawa anaknya ke posyandu / BPS pada bulan depan untuk mendapatkan imunisasi selanjutnya

R/ imunisasi anak dapat terpenuhi

 

  1. Implementasi

Tanggal       : 16 Juli 2012

Jam             : 10.30 WITA

Implementasi       :

–          Melakukan pendekatan terapeutik mempermudah melakukan asuhan

–          Makukan pemeriksaan KU dan TTV serta menjelaskan hasil yang didapatkan pada ibu : KU : baik, Kesadaran : compos mentis, N: 120 x/menit, R: 42 x/menit, S: 36,7oC, BB: 4200 gram, PB: 55 cm

–          Menyiapkan alat dan  vaksin imunisasi

–      Menyiapkan posisi bayi agar mempermudah penyuntikan

–          Memberikan imunisasi polio pada  mulut bayi sebanyak 2 tetes

–          Memberikan KIE tentang efek samping dari imunisasi polio pada ibu, bahwa polio tidak memiliki efek samping.

–          Menganjurkan ibu datang lagi jika ada keluhan, supaya keluhannya dapat segera diatasi

–          Mencatat hasil pemriksaan dan imunisasi pada KMS

–          Menganjurkan ibu untuk membawa anaknya ke posyandu / BPS pada bulan depan untuk mendapatkan imunisasi selanjutnya

 

VII. Evaluasi

Tanggal       : 16 Juli 2012

Jam             : 10.40 WITA

S       : ibu mengatakan anaknya sudah mendapatkan imunisasi dan mengerti dengan

           penjelasan yang diberikan

O      : bayi sudah diimunisasi, bayi menangis

KU                    : baik

Kesadaran         : compos mentis

N                       : 120 x/menit

R                       : 42 x/menit

S                       : 36,7oC

BB                    : 4200 gram

PB                     : 55 cm

A      : By. “C” usia 2 bulan dengan imunisasi polio 2

P       : anjurkan ibu segera datang jika ada keluhan

anjurkan ibu untuk kunjungan ulang pada bulan depan untuk mendapatkan imunisasi selanjutnya

 

BAB 4

PEMBAHASAN

Pembahasan yang dibuat hanya untuk mempermudah pembaca, penulis mengelompokkan sesuai dengan langkah – langkah manajemen kebidanan yang meliputi : pengkajian data    ( data subyektif dan obyektif), interpretasi data dasar ( diagnose dan data dasar), masalah / diagnosa potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi.

  1. Pengkajian

Pada langkah awal dilakukan pengkajian data secara subyektif dan obyektif, dari kedua pengkajian tersebut tidak ditemukan kesenjangan dikarenakan klien sangat membantu dan mau diajak berkomunikasi saat dilakukan pemeriksaan, sehingga pada pengumpulan data secara subyektif terasa lebih mudah. Kemudian pemeriksaan obyektif yang dilakukan secara langsung pada klien yang dilakukan oleh tenaga kesehatan juga berlangsung dengan benar karena klien sangat mendukung untuk dilakukan pemeriksaan.

 

  1. Interpretasi data dasar

Pada interpretasi data dasar penulis menyimpulkan bahwa diantara data dasar dan dat obyektif tidak terjadi kesenjangan karena dari kedua data tersebut bersangkutan seperti dari data subyektif “ibu mengatakan anaknya ingin mendapatkan imunisasi”. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa diagnosa yang didapat “Asuhan Kebidanan pada By. “C” Usia 2 bulan dengan Imunisasi polio 2

 

  1. Diagnosa / masalah potensial

Tidak terdapat diagnosa / masalah potensial pada asuhan kebidanan yang diberikan, karena memang tidak ada yang menunjukkan sebuah masalah / diagnosa yang mungkin akan terjadi dari kasus tersebut.  Dan juga ibu memang tidak ada mengeluhkan sesuatu, hanya ingin mendapatkan imunisasi.

 

 

 

 

  1. Identifikasi kebutuhan segera

Dikarenakan pada kasus tidak terdapat masalah/diagnosa potensial maka tidak ada tindakan lanjut untuk kasus ini. Karena kebutuhan segera bergantung pada ada tidaknya masalah potensial.

 

  1. Intervensi

Merencanakan tindakan selanjutnya untuk memberikan asuhan kebidanan. Pada langkah ini tidak ada kesenjangan karena rencana asuhan yang diberikan sudah sesuai dengan kasus yang ada.

 

  1. Implementasi

Pada langkah ini, dari intervensi yang dibuat maka dijadikan penerapannya dan penulis tidak menemukan kesenjangan karena asuhan (intervensi) yang dibuat telah ditetapkan semua pada langkah implementasinya.

 

  1. Evaluasi

Setelah mendapatkan penjelasan dari bidan, ibu dapat mengerti dan merasa senang dengan saran yang telah diberikan, kemudian pelayanan yang diberikan yaitu menganjurjkan ibu untuk kembali jika ada keluhan dan kunjungan ulang pada bulan depan. Jadi pada evaluasi tidak terdapat kesenjangan karena ibu dapat mengerti dan merasa puas dengan asuhan yang diberikan.

 

Maka dalam pembahasan yang penulis susun secara urut dalam metode 7 langkah varney asuhan kebidanan tidak terdapat  kesenjangan antara kasus dan teoti yang dibuat.

 

 

 

 

 

 

BAB 5

PENUTUP

 

5.1        Kesimpulan

Imunisasi berasal dari kata immune : kekebalan, imunisasi : pengebalan. Jika diartikan secara keseluruhan imunisasi adalah suatu tindakan dengan cara memasukkan (suntikan/peroral) zat tertentu kedalam tubuh dimana zat tersebut berasal dari kuman penyakit atau racun yang telah dilemahkan/dimatikan sehingga dapat memberikan kekebalan/tubuh beraksi terhadap zat tersebut dan membuat zat anti. (Badan Koordinasi Keluarga, 1992)

Dalam memberikan asuhan kebidanan yang pada By. “C” adalah dengan pemantauan dan tindakan sesuai dengan konsep manajemen asuhan pada anak dengan pemberian imunisasi seperti pengkajian data dasar mengenai keluhan utama dan riwayat-riwayat kesehatan terdahulu dan sekarang yang merupakan dasar dapat tidaknya anak diberikan imunisasi yaitu adakah konrta indikasi dilakukan imunisasi Polio, tindakan pemberian imunisasi sesuai prosedur baik cara maupun dosis yang diberikan.

Cara yang benar untuk menghindari tejadinya komplikasi dan dosis yang benar agar tidak kelebihan atau kekurangan sehingga fungsi vaksin di dalam tubuh ana bekerja sesuai fungsinya. Selain pemantauan, untuk menegakkan diagnosa atau masalah yang tepat diperlukan data-data yang tercantum pada pengkajian, sehingga dapat dilakukan asuhan kebidanan dengan efektif.

5.2        Saran

  1. Bagi penulis

Sebagai bahan perbandingan antara teori yang didapat dengan kasus nyata di lapangan.

  1. Bagi lahan praktek

Diharapkan dapat meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan pada Masyarakat.

  1. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan institusi lebih banyak menyediakan literature sehingga memudahkan dalam penyusunan asuhan kebidanan terutama pada By. “C” usia 2 bulan dengan imunisasi polio 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s